Suninternational-usa.com

Berita Aktual & Internasional

Berita Dalam Negeri Terkait Kudeta Partai Demokrat

Berita dalam negeri selalu menarik untuk disimak. Bagaimana tidak? Berita tersebut tentunya berkaitan dengan kepentingan masyarakat Indonesia yang ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian berbagai pihak. Berita terbaru yang saat ini sedang marak diperbincangkan datang dari salah satu partai besar Indonesia, Demokrat. Menjelang pemilihan umum yang akan diadakan tahun 2024 kelak, partai Demokrat mengalami goncangan yang cukup besar. Isu kudeta di partai ini semakin tersiar akibat keterlibatan nama besar Moeldoko selaku kepala staf Presiden.

Berita Dalam Negeri Terbaru, AHY Meradang dengan Isu Kudeta

Berita Dalam Negeri Terkait Kudeta Partai Demokrat

Isu kudeta yang dialami oleh partai Demokrat menjadi sorotan sejumlah warga akibat keterlibatan kepala staf Presiden, Moeldoko. Kondisi ini melahirkan banyak penilaian dari sejumlah pakar yang menilai bahwa Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY selaku ketua umum Demokrat sedang berjuang melawan penggulingannya dari istana. Berita ini sebenarnya telah lama terendus sejak tahun 2020 lalu. Kala itu, ada beberapa pihak yang melakukan pembelotan setelah AHY dipilih sebagai ketua umum partai besar ini.

Gerakan pembelotan dipimpin oleh Subur Sembiring yang melakukan pembicaraan hangat dengan sejumlah pejabat. Tidak hanya Subur, Luhut Binsar Pandjaitan digadang-gadang turut menyumbangkan suaranya untuk melakukan pembelotan. Subur bersama dengan para pendukungnya akan menumbangkan sang ketua umum partai ketika isu legalitas kepemimpinan muncul. Meskipun demikian, AHY membuktikan kepiawaiannya dalam memimpin partai. Karena itulah, Subur berhasil didepak dari dalam partai Demokrat. Berita dalam negeri semakin hangat terdengar setelah setengah tahun berselang. Isu kudeta terendus kembali dan tersiar dengan lebih jelas.

Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan ada beberapa mantan kader dan kader Demokrat yang berusaha untuk mengambil alih partai. Ia menyebutkan bahwa pengambilan alih kekuasaan akan dilakukan melalui KLB atau Kongres Luar Biasa. Seorang pengamat menyebutkan bahwa AHY berupaya untuk mengamankan partai sejak ia menyadari bahwa ada pihak luar yang berencana untuk merebut partai Demokrat. Pengamat ini juga menilai bahwa langkah AHY untuk mengumumkan situasi ke ranah publik merupakan langkah yang tepat. Langkah ini dinilai dapat menciptakan gertakan kepada isu kudeta yang terjadi baru-baru ini.

AHY juga menyebutkan bahwa ada keterlibatan orang-orang yang dekat dengan Presiden Joko Widodo. Namun, ia enggan membeberkan nama pihak yang terkait dengan jelas. Belakangan ini, nama Moeldoko muncul. Ia dikabarkan memiliki niatan untuk membajak partai demi kepentingan pemilu yang akan terjadi di masa depan. Pernyataan yang dikeluarkan oleh AHY disambut dengan penjelasan dari pihak Moeldoko. Ia menjelaskan bahwa ia memang pernah bertemu dengan pihak-pihak yang diisukan akan melakukan kudeta namun ia tidak berperan dalam kudeta partai Demokrat.

Perseteruan yang terjadi di tubuh partai Demokrat terkait dengan pemilu 2024. Calon yang memiliki dukungan partai politik yang unggul memiliki kesempatan untuk memenangkan pemilu. Posisi Demokrat yang meningkat beberapa waktu terakhir ini dapat membuat calon pimpinan negara tergiur untuk melakukan kerja sama. Masalah di kubu Demokrat sebenarnya merupakan masalah yang kecil. Masalah akan semakin besar jika istana turut terlibat di dalamnya.

Fraksi Demokrat yang Diklaim Mendukung Moeldoko

Kudeta Partai Demokrat

Yus Sudarso selaku politikus partai Demokrat menyebutkan bahwa ada 4 fraksi partai Demokrat yang mendukung Moeldoko menjadi pemimpin partai menggantikan AHY. Dari sumber berita dalam negeri, fraksi pertama berasal dari Subur Budhisantoso selaku mantan ketua umum Demokrat yang menjabat pada tahun 2001 hingga tahun 2005. Fraksi kedua berasal dari mendiang Hadi Utomo. Anas Urbaningrum menjadi fraksi ketiga dan fraksi keempat berasal dari Marzuki Alie, mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI.

Menurut politikus terkenal ini, keempat fraksi telah melakukan pertemuan dan membahas masalah yang sama. Pertemuan tersebut mencapai pandangan yang serupa setelah menilai tantangan partai Demokrat yang besar di masa depan. Keempat fraksi ini dinilai akan menggulingkan AHY dan menunjuk Moeldoko sebagai pengganti. Keempat fraksi menilai bahwa Moeldoko merupakan sosok tepat untuk memimpin partai Demokrat. Yus Sudarso juga menjelaskan bahwa AHY kelak akan diprioritaskan menjadi menteri apabila Demokrat dapat memenangi pemilu 2024.

Langkah yang diambil ini membuat AHY dinilai cukup kuat untuk menjadi pemimpin bangsa sepuluh tahun mendatang. Fraksi yang terbentuk ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja partai untuk masa depan. Tanpa adanya rekayasa, keempat fraksi melakukan pertemuan untuk melahirkan kesepakatan yang tentunya dapat memberikan masa depan yang baik untuk partai.

Sebelumnya, Herzaky Mahendra Putra menilai bahwa pengambil alihan partai yang diisukan dilakukan oleh Moeldoko merupakan upaya untuk pemilu tahun 2024. Pengurus partai Demokrat bertemu dengan Moeldoko guna mencapresan yang dilakukan pada tahun 2024 mendatang. Herzaky menyebutkan bahwa pernyataan tersebut berasal dari sejumlah pemimpin partai di daerah dan pusat yang sempat melakukan pertemuan dengan Moeldoko.