Suninternational-usa.com

Berita Aktual & Internasional

Peristiwa Kudeta Myanmar, Berita Mancanegara Terkini

Myanmar merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang tengah mamanas saat itu. Hal ini terjadi akibat peristiwa kudeta yang dilakukan oleh pasukan militer Tatmadaw. Peristiwa ini bahkan menjadi berita mancanegara terkini yang menjadi perhatikan masyarakat dunia. Banyak negara di dunia turut mengeluarkan suaranya untuk mencekam aksi kudeta yang dilakukan oleh pasukan bersenjata tersebut.  Menurut berita yang sedang berkembang saat ini, pasukan militer Myanmar melakukan kudeta dan penahanan terhadap Presiden, juru bicara Presiden, Suu Kyi dan beberapa pejabat negara lainnya.

Budaya Kudeta Myanmar yang Menjadi Bagian Berita Mancanegara

Peristiwa Kudeta Myanmar, Berita Mancanegara Terkini

Bagi rakyat Myanmar, kudeta di negaranya bukanlah hal yang asing. Sebelum pemilu yang diadakan pada tahun 2010, negara yang dahulunya dikenal dengan Burma dipimpin oleh junta militer. Kepemimpinan ini berlangsung sejak tahun 1962 hingga tahun 2011. Kondisi ini juga tertuang di dalam berita mancanegara sejak dulu. Setelah 14 tahun Myanmar merdeka, Tatmadaw menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh Jenderal Ne Win. Sejak saat itulah, negara ini dikendalikan seluruhnya oleh otoriter militer.

Kudeta yang dilakukan oleh militer dilakukan akibat rasa takut yang dialami oleh pihak militer terhadap pemerintah sipil. Militer menilai bahwa pemerintah sipil gagal mengatasi kelpmpk bersenjata dan gerakan etnis minoritas. Kudeta yang terjadi pada tahun 1963 merupakan gerakan awal terhadap ambisi tinggi yang dimiliki oleh angkatan bersenjata Tatmadaw. Tatmadaw memiliki ambisi untuk menguasai pemerintahan Myanmar. Setelah 26 tahun berselang, Myanmar mendapatkan protes keras dari masyarakat yang membuat Jenderal Ne Win terguling dan lengser dari jabatannya. Kepemimpinan Myanmar dikendalikan oleh junta milter baru.

Selama masa peralihan kekuasan ini, ada ribuan orang yang tewas. Junta militer pada akhirnya mengumumkan untuk melakukan pemilu yang demokratis pada tahun 1990. Pemili diramaikan dengan beberapa partai. Ketika itu, partai NLD berhasil keluar sebagai pemenang secara telak. Kemenangan yang diperoleh oleh partai NLD ternyata tidak mendapatkan persetujuan dari militer. Militer tidak mengakui hasil dari pemilu tersebut dan memutuskan untuk membatalkan pemilu yang telah berlangsung. Tatmadaw bahkan telah melakukan aksi tahanan rumah kepada Suu Kyi selama 2 dekade.

Protes massa terjadi pada tahun 2007 yang membuat militer memutuskan untuk mengambil langkah tegas. Tidak ingin kehilangan kekuasaan, militer memastikan untuk mendapatkan 25% kursi di parlemen. Kursi parlemen tersebut dapat terisi terus oleh anggota Tatmadaw. Pada tahun 2015, NLD berhasil kembali menjadi pemenang. Suu Kyi sendiri merupakan pemimpin partai yang tidak dapat mencalonkan diri sebagai presiden karena status kenegaraan yang dimilikinya. Karena itulah, ia hanya berhasil menjadi penasihat negara. Meskipun pemerintahan Myanmar telah diambil alih oleh sipil, Tatmadaw menolak untuk tunduk terhadap pemerintahan Suu Kyi. Pertempuran yang terjadi diantara kedua kubu terjadi hingga saat ini. Tatmadaw terus melakukan perlawanan terhadap kaum minoritas yang dinilai sebagai pemberontak.

Suu Kyi Menjadi Tahanan Rumah Kembali

Kudeta Myanmar

Kudeta Myanmar kembali berulang di tahun 2021 ini. Di jajaran berita mancanegara saat ini, kudeta militer terhadap Suu Kyi menjadi berita terpanas yang diikuti oleh beberapa negara dunia. Tanggal 1 Febuari 2021, Suu Kyi, pejabat pemerintah hingga Presiden dilaporkan telah menjadi tahanan rumah. Penahanan ini merupakan salah satu aksi kudeta yang dilakukan oleh pasukan militer Tatmadaw. NLD yang merupakan partai dibawah kepemimpinan Suu Kyi meminta agar militer segera membebaskan sang penasihat negara, Presiden dan pejabat negara lainnya.

Penahanan yang dialami oleh Suu Kyi dinilai sebagai kudeta yang menodakan Myanmar. Tatmadaw selaku pelaku penahanan menahan Suu Kyi dan tokoh senior partai lainnya pada Senin dini hari. Hingga saat ini, NLD belum mengetahui dengan jelas akan jumlah pihak yang ditahan oleh pihak militer. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada 24 anggota partai NLD yang ditahan di asrama oleh militer. Dalam tuntutannya, NLD meminta militer untuk menerima hasil pemilu yang diadakan pada bulan November lalu.

Kudeta terjadi setelah militer menolak keras akan hasil pemilu yang diadakan tahun lalu. Kemenangan yang diperoleh NLD dianggap curang oleh pihak militer. Tatmadaw menilai bahwa ada sekitar 8 juta orang yang terdaftar sebagai peserta pemilu. Padahal, 8 juta orang tersebut merupakan pemilih palsu. Selang beberapa jam setelah aksi penahanan, Tatmadaw mengumumkan akan status darurat militer. Status ini akan diberlakukan selama satu tahun. Di dalam pengumumannya, kekuasaan Myanmar akan diambil alih oleh Min Aung Hlaing, seorang jenderal militer Myanmar.

Militer Myanmar menyebutkan bahwa kudeta yang terjadi merupakan imbas dari kegagalan pemerintah dalam mengadakan pemilu yang adil dan bebas. Militer juga mencopot pejabat pemerintah dan menteri yang pernah menjabat di era Suu Kyi. Untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan, Tatmadaw menunjuk beberapa mantan jenderal untuk mengisi kursi tersebut.