Suninternational-usa.com

Berita Aktual & Internasional

Keterlibatan Pulau Lantigiang di Berita Harian Terkini

Pernahkan Anda mendengar Pulau Lantigiang? Pulau yang berada di kepulauan Selayar ini memiliki pemandangan alam yang indah dan cocok didatangi ketika ingin berlibur. Nama Pulau Lantigiang kini menjadi perbincangan hangat khalayak umum karena masuk ke dalam berita harian terkini. Sudah menjadi sebuah hukum bahwa pulau yang ada di Indonesia merupakan milik negara. Tidak ada pihak yang dapat memiliki sebuah pulau untuk kepentingan pribadi. Sayangnya, kejadian pembelian pulau terjadi baru-baru ini. Pulau Lantigiang inilah yang dikabarkan telah dibeli dengan harga 900 juta rupiah.

Berita Harian Terkini, Pulau Lantigiang Terjual dengan Harga Rp. 900 Juta

Keterlibatan Pulau Lantigiang di Berita Harian Terkini

Kasus penjualan Pulau Lantigiang dengan harga Rp. 900 juta kini menjadi pembahasan yang masuk ke dalam status penyelidikan oleh kepolisian. Penyidik yang menangani masalah penjualan pulau menyebutkan bahwa kasus ini memiliki keterangan yang palsu. Penyidik menggunakan pasal 266 mengenai penerapan keterangan palsu. Penyidik akan mendalami keterangan penjual pulau yang berinisial SA. SA akan mengalami pemeriksaan dan bertindak sebagai saksi. Sebelum sebagai saksi pada Rabu mendatang, SA sebelumnya telah diperiksa ketika proses penyelidikan berlangsung.

Pada saat penyelidikan, ada 11 orang saksi yang telah menjalani penyelidikan. SA dan keponakannya Kasman telah diperiksa oleh kepolisian. Karena SA sedang sakit, ia akan diminati keterangannya pada Kamis mendatang. Pulau Lantigiang diduga telah menjadi objek jual beli kepada seorang pengusaha senilai 900 juta. Diketahui bahwa penguasaha tersebut telah memberikan uang muka sebesar 10 juta sebelum melakukan pelunasan.

SA menjual pulau eksotis ini karena merasa bahwa pulau Lantigiang merupakan miliknya. Padahal pulau ini masuk ke dalam zona pemanfaatan. Zona ini memiliki potensi sumber daya laut yang kaya dan dapat dijadikan objek wisata. Zona pemanfaatkan ini juga dapat digunakan untuk pemanfaatkan jasa lingkungan yang lainnya. Berita harian terkini menerangkan jika kasus penjualan pulau melibatkan pasal 266 KUHP.

Pasal 266 KUHP menyebutkan bahwa memasukan keterangan palsu pada akta otentik mengenai hal kebenaran harus dinyatakan dengan akta otentik tersebut. Jika penggunaan akta menimbulkan kerugian, hukum pidana minimal selama tujuh tahun. Hukum pidana juga akan diterapkan kepada mereka yang menggunakan akta seolah-olah isinya merupakan hal yang benar karena dapat menimbulkan kerugikan bagi beberapa pihak. Kerena kasus penjualan dan pembelian masih tahap penyelidikan, belum ada pihak yang dinyatakan bersalah atas kasus penjualan pulau Lantigiang ini.

Sosok Pembeli Pulau Lantigiang

Pulau Lantigiang

Berita harian terkini yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan Pulau Lantigiang tentunya menarik keingintahuan masyarakat. Masyarakat berkeinginan untuk menemukan siapa sosok pembeli pulau indah ini. Asdianti seorang wanita yang berasal dari Desa Laiyolo, Sulawesi Selatan ini merupakan sosok yang membeli pulau Lantigiang dengan harga Rp. 900 juta. Wanita asal Sulawesi Selatan ini telah memberikan uang muka kepada penjual pulau dengan nilai 10 juta rupiah. Uang muka ia bayarkan kepada penjual pulau yang bernama Syamsul Alam atau SA.

Asdianti merupakan anak terakhir dari dua bersaudara. Ia berasal dari keluarga petani cengkeh dan mengenyam pendidikan di tanah kelahirannya. Dari sekolah dasar hingga SMP, Asdianti bersekolah di Selayar, Sulawesi Selatan. Jenjang sekolah menengah atas di habiskan di Makassar. Ia kemudian memutuskan untuk melanjutkan sekolah tinggi di Bali. Di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Bali, pembeli pulau Lantigiang mengambil jurusan bisnis. Setelah menjadi seorang sarjana, ia bekerja di perusahaan properti yang ada di Bali.

Selama meniti karir di Bali, ia bertemu dengan seorang pria asal Italia yang kini berstatus sebagai suaminya. Hingga kini, kedua pasangan ini menetap di Bali. Pria asal Italia ini nyatanya adalah seorang pimpinan dimana ia bekerja. Di Bali sendiri, Asdianti telah menghabiskan waktunya selama 21 tahun. Ia menjadi seorang sales yang menawarkan sewa villa untuk satu tahun dengan harga 400 juta. Kini ia masih menawarkan sewa villa Bali mulai dari harga 80 juta hingga 400 juta untuk satu tahunnya. Jerih payahnya membuahkan hasil hingga dapat membeli Pulau Lantigiang dengan luas 4 hektar. Menjadi sosok yang berhasil, Asdianti merupakan direktur PT Selayar Mandiri Utama.

Sebelum melakukan pembelian pulau. Asdianti mengaku bahwa dirinya telah melakukan konsultasi dengan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Konsultasi ia lakukan pada tahun 2017. Pihak taman nasional menyarankannya untuk melakukan pembangunan di zona pemanfaatan. Di sebuah kawasan terdapat beberapa zona yang berbeda. Zona inti merupakan zona yang tidak boleh melakukan pembangunan sama sekali. Pada saat itu, pihak Balai Taman Nasional menawarkan Pulau Belang-Belang, Pulau Lantigiang dan beberapa pulau lainnya. Asdianti merasa tertarik dengan Pulau Lantigiang. Asdianti juga mengatakan bahwa pulau yang ia beli sebelumnya dijadikan lahan perkebunan pohon kelapa. Syamsur Alam sendiri menjadi pengelola lahan pohon kelapa tersebut.